Makkiyah
Berlepas diri dari kekafiran dan penganutnya.
(١) قُلۡ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡكَٰفِرُونَ
Katakan -wahai Rasul-, “Wahai orang-orang yang kafir kepada Allah!
(٢) لَآ أَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُونَ
Aku tidak akan menyembah berhala-berhala yang kalian sembah, baik saat ini maupun di masa mendatang.
(٣) وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ
Kalian pun tidak menyembah apa yang aku sembah, yaitu Allah semata.
(٤) وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٞ مَّا عَبَدتُّمۡ
Aku sama sekali tidak menyembah berhala-berhala yang kalian sembah.
(٥) وَلَآ أَنتُمۡ عَٰبِدُونَ مَآ أَعۡبُدُ
Kalian pun tidak menyembah apa yang aku sembah, yaitu Allah semata.
(٦) لَكُمۡ دِينُكُمۡ وَلِيَ دِينِ
Bagi kalian agama yang telah kalian buat, untuk diri kalian sendiri dan bagiku agamaku yang diturunkan Allah kepadaku.
Madaniyah
Kabar gembira untuk Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dengan kemenangan dan kesempurnaan risalah Allah.
(١) إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ
Jika pertolongan Allah dan penguatan-Nya untuk agamamu telah tiba, serta telah terjadi peristiwa penaklukan Kota Makkah -wahai Rasul-,
(٢) وَرَأَيۡتَ ٱلنَّاسَ يَدۡخُلُونَ فِي دِينِ ٱللَّهِ أَفۡوَاجٗا
lalu engkau melihat manusia masuk ke dalam agama Islam secara berbondong-bondong,
(٣) فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَٱسۡتَغۡفِرۡهُۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابَۢا
maka ketahuilah bahwa hal itu adalah pertanda dekatnya akhir dari tugas yang dibebankan kepadamu. Oleh sebab itu, bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebagai bentuk rasa syukur kepada-Nya atas nikmat pertolongan dan kemenangan dan mohonlah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Menerima tobat hamba-hamba-Nya dan mengampuni mereka.
Makkiyah
Penjelasan kerugian Abu Lahab dan istrinya.
(١) تَبَّتۡ يَدَآ أَبِي لَهَبٖ وَتَبَّ
Kerugian menimpa kedua tangan paman Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, Abu Lahab bin Abdul-Muṭṭalib,kerugian karena perbuatannya yang senantiasa menyakiti Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, serta gagallah usahanya.
(٢) مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ
Apa manfaat harta dan anaknya baginya? Keduanya tidak bisa mencegah dari siksa atas dirinya dan tidak pula keduanya mampu menimbulkan rasa kasihan terhadapnya.
(٣) سَيَصۡلَىٰ نَارٗا ذَاتَ لَهَبٖ
Ia akan masuk pada hari Kiamat ke dalam neraka yang apinya bergejolak, ia akan merasakan panasnya.
(٤) وَٱمۡرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلۡحَطَبِ
Bahkan istrinya, Ummu Jamil yang menyakiti Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dengan menabur duri di jalan beliau, juga akan masuk ke dalam neraka.
(٥) فِي جِيدِهَا حَبۡلٞ مِّن مَّسَدِۢ
Di lehernya terdapat tali yang kuat ikatannya, dengan tali itu ia digiring menuju neraka.
· Berlepas diri dari orang-orang kafir.
· Membalas kenikmatan dengan bersyukur.
· Kesengsaraan Abu Lahab dan istrinya.
· Keabsahan pernikahan orang-orang kafir.